Gua lagi di teras, lagi makan. Seperti biasa, kucing putih itu
selalu duduk sok manis di depan gua supaya dapat makan.
Dulunya, dia itu kucing rumah. Gua tau banget, majikannya pindah
kontrakan, dan dia ditinggal begitu aja; tanpa bekal makanan, tanpa bekal
kemampuan mencari makanan. Terbiasa disajikan makanan, sekarang harus mencari
sendiri. Terbiasa makan makanan enak, sekarang harus makan makanan seadanya;
syukur-syukur ada yang mau berbagi makanan, kalau enggak, mungkin mengais di
tempat pembuangan sampah. Yaa begitulah, itulah alasan badannya kurus seperti
itu sekarang. Dan kotor.
Gua coba kasih tempe, ah.
Eh, dia mau. Haha. Yaudah, kebetulan gua 'gak suka. Mending buat
dia aja, yang enggak pilih-pilih makanan.
Eh, iya ya..
Yaudah deh, bagi dua aja, gua juga 'gak boleh pilih-pilih makanan.
Lagipula, tempe itu jauh lebih baik dibanding kalau gua harus mengais makanan
di tempat pembuangan sampah.
Nih, meng, nasinya bagi dua juga, supaya lo gendutan. Minimal
kenyanglah..
Anyway, kucing ini punya trauma dengan sandal, loh. Nih, ya, lo
lihat sandal-sandal di sudut sana, 'kan? Sekarang lihat ke sandal swallow yang warna
hijau itu, pasti kalau gua seret sedikit dia bakal ketakutan. Nih, gua coba..
Tuh kan, dia langsung mundur ke kolong motor sambil melirik gua
dan sandal yang gua pegang. Ketakutan gitu dia.
Iya, gua pikir juga dia sering dipukul pakai sandal sama orang
lain. Aneh, ya, padahal kalau di sini dia selalu duduk manis di depan siapapun
yang lagi makan. Dan gua yakin, di tempat lain pun demikian.
Sedih rasanya, kalau duduk manis pun masih dipukuli. Lantas,
bagaimana caranya agar bisa mendapatkan makanan? Mungkin, jika dia adalah
manusia, dia akan berusaha mencari pekerjaan. Agar mendapat uang, dan
setidaknya bisa membeli dan memakan tempe.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar