Kenapa ya belakangan ini saya selalu membayangkan,
mengharapkan, dan menginginkan adanya sesosok wanita yang bisa mendengarkan,
mengerti, dan memahami isi kepala saya?
Entah kenapa saya merasa saya ingin menuangkan isi kepala ini
ke dalam dua cangkir di atas meja sebuah makan malam, lalu bersulang,
lalu saya meminumnya, lalu dia pun meminumnya--hm, mungkin supaya setidaknya, kepala
saya akan lebih ringan--kemudian di tegukan yang pertama akan bermunculan tawa-tawa,
lalu di tegukan yang kedua bermunculannya sedih hingga tangis, lalu di tegukan
yang ketiga muncullah sebuah paham yang mengerti, lalu di tegukan yang keempat
muncullah tindak peluk hingga pelupuk mengutuk kantuk. Sampai akhirnya, Sang Pagi
menyegera menjemput dua insan yang berpeluk.
Dengan demikian, sepertinya hati saya akan tenang sepanjang
malam, dan kepala saya akan ringan untuk beberapa bulan ke depan.
Iya, sepertinya saya sedang ingin didengar, dan dimengerti,
dan dipeluk.
Atau, menangis sepanjang malam, setiap malam.
Lagi kenapa ham ? Haha
BalasHapuspencintraan dia
BalasHapus