Membaca memang sangat bermanfaat, karena akan menambah
ilmu dan pemahaman.
Beberapa waktu lalu, saya membaca beberapa artikel tentang
pengendara motor dan polisi yang saling mengadu argumen. Si polisi mengatakan
bahwa pengendara motor itu salah karena tidak menggunakan helm, sehingga polisi
itu menilangnya dan menagih uang untuk sesudahnya membebaskannya. Sedangkan si
pengendara motor bersikukuh mengatakan bahwa dia tidak salah, dia bilang
"kepala kepala gue, kenapa loe yang repot? Gue enggak mau bayar! Apa-apaan
loe? Polisi cari kesalahan buat dapat uang. Cuih!"
Saya pikir, ada benarnya juga, ya, si pengendara itu,
"kepala kepala gue". Hm.
Kemudian saya membaca artikel lain, kali ini tentang
eksistensi Tuhan. Di artikel itu disebutkan bahwa Tuhan itu tidak ada, karena
tidak ada wujud dan buktinya. Mereka yakin kalau Tuhan itu hanya omong kosong.
Beberapa konflik disebutkan di artikel itu, memberi bukti-bukti bahwa kejadian
atau fenomena alam bukan terjadi sebab Tuhan, melainkan ada teorinya yang
disebut-sebut sebagai sains. Artikel itu menyebutkan bahwa angin yang tak kasat
mata pun dapat dibuktikan keberadaannya sedangkan Tuhan tidak. Mereka
bersikukuh untuk tidak memercayai ciri keberadaan Tuhan, dan yakin bahwa
sesuatu yang tidak ada buktinya, tidaklah ada. Harus ada ciri, bukti sains, dan
bukti fisiknya.
Wah, saya pikir-pikir ada benarnya juga, ya, artikel itu,
sepertinya Tuhan memanglah tidak ada karena tidak bisa dilihat. Iya, saya yakin
itu. Tunggu, jangan-jangan saya ini tidak memiliki otak? Saya 'kan tidak pernah
melihat otak saya, otak saya tidak bisa dibuktikan keberadaannya, meskipun ada
cirinya, dan ada dalam sains, tapi kalau tidak ada bukti fisiknya, tidak
mungkin ada 'kan? Bisa saja saya adalah manusia yang tidak memiliki otak yang
mampu bertahan hidup. Bisa berpikir bukan berarti saya memiliki otak, karena
harus ada bukti fisiknya, setidaknya saya harus melihatnya. Tapi, kalau saya
pergi ke ruang bedah untuk membuka kepala saya, apa saya bisa melihat otak saya
dengan kedua mata saya? Ah, sepertinya memang beginilah orang-orang yang tidak
memercayai eksistensi Tuhan, tidak memercayai dirinya memiliki otak juga.
Baiklah, saya konsisten bahwa saya seperti orang-orang yang tidak percaya pada
Tuhan dan otaknya. Eh, benar juga, mulai hari ini saya tidak akan membeli atau
menggunakan helm, karena jika terjadi kecelakaan pada saya, tidak mungkin otak
saya berceceran di jalan hingga menyusahkan orang-orang yang membersihkannya,
saya 'kan tidak punya otak.
----------
Ilhamsetiabudi dari Blogspot adalah contoh kata kunci
untuk menemukan saya dari kolom Google.
Saya rasa cukup.
Sampai jumpa lagi! Kalau masih hidup.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar