Kamis, 30 Juni 2016

Saya pun Ikut Percaya

Membaca memang sangat bermanfaat, karena akan menambah ilmu dan pemahaman.

Beberapa waktu lalu, saya membaca beberapa artikel tentang pengendara motor dan polisi yang saling mengadu argumen. Si polisi mengatakan bahwa pengendara motor itu salah karena tidak menggunakan helm, sehingga polisi itu menilangnya dan menagih uang untuk sesudahnya membebaskannya. Sedangkan si pengendara motor bersikukuh mengatakan bahwa dia tidak salah, dia bilang "kepala kepala gue, kenapa loe yang repot? Gue enggak mau bayar! Apa-apaan loe? Polisi cari kesalahan buat dapat uang. Cuih!"

Saya pikir, ada benarnya juga, ya, si pengendara itu, "kepala kepala gue". Hm.

Kemudian saya membaca artikel lain, kali ini tentang eksistensi Tuhan. Di artikel itu disebutkan bahwa Tuhan itu tidak ada, karena tidak ada wujud dan buktinya. Mereka yakin kalau Tuhan itu hanya omong kosong. Beberapa konflik disebutkan di artikel itu, memberi bukti-bukti bahwa kejadian atau fenomena alam bukan terjadi sebab Tuhan, melainkan ada teorinya yang disebut-sebut sebagai sains. Artikel itu menyebutkan bahwa angin yang tak kasat mata pun dapat dibuktikan keberadaannya sedangkan Tuhan tidak. Mereka bersikukuh untuk tidak memercayai ciri keberadaan Tuhan, dan yakin bahwa sesuatu yang tidak ada buktinya, tidaklah ada. Harus ada ciri, bukti sains, dan bukti fisiknya.

Wah, saya pikir-pikir ada benarnya juga, ya, artikel itu, sepertinya Tuhan memanglah tidak ada karena tidak bisa dilihat. Iya, saya yakin itu. Tunggu, jangan-jangan saya ini tidak memiliki otak? Saya 'kan tidak pernah melihat otak saya, otak saya tidak bisa dibuktikan keberadaannya, meskipun ada cirinya, dan ada dalam sains, tapi kalau tidak ada bukti fisiknya, tidak mungkin ada 'kan? Bisa saja saya adalah manusia yang tidak memiliki otak yang mampu bertahan hidup. Bisa berpikir bukan berarti saya memiliki otak, karena harus ada bukti fisiknya, setidaknya saya harus melihatnya. Tapi, kalau saya pergi ke ruang bedah untuk membuka kepala saya, apa saya bisa melihat otak saya dengan kedua mata saya? Ah, sepertinya memang beginilah orang-orang yang tidak memercayai eksistensi Tuhan, tidak memercayai dirinya memiliki otak juga. Baiklah, saya konsisten bahwa saya seperti orang-orang yang tidak percaya pada Tuhan dan otaknya. Eh, benar juga, mulai hari ini saya tidak akan membeli atau menggunakan helm, karena jika terjadi kecelakaan pada saya, tidak mungkin otak saya berceceran di jalan hingga menyusahkan orang-orang yang membersihkannya, saya 'kan tidak punya otak.
----------
Ilhamsetiabudi dari Blogspot adalah contoh kata kunci untuk menemukan saya dari kolom Google.

Saya rasa cukup.

Sampai jumpa lagi! Kalau masih hidup.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar